Percayalah Hanya kepada BMKG


Telah dimuat di Harian ANALISA, 19 April 2016.

analisa3c

 

Percayalah Hanya Kepada BMKG

Informasi cuaca, iklim, dan gempabumi tampaknya mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Semenjak bencana besar gempabumi dan tsunami akhir 2004 silam yang menyapu daratan dan perairan Aceh, membuat nama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melekat di benak masyarakat kita sebagai lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang berkecimpung di bidang-bidang ilmu kebumian tersebut. Namun, pada saat itu masyarakat masih belum begitu mengenal apalagi memahami pentingnya informasi cuaca, iklim, dan gempabumi bagi kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka seperti yang bisa kita rasakan sekarang yakni tersedianya beragam informasi tersebut bisa diakses dan didapatkan secara realtime, kapan saja, dan di mana saja.

Tentu saja hal ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sejalan dengan semakin dibutuhkannya informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di mana cuaca ekstrem, bencana-bencana hidrometeorologis lainnya semakin gahar terjadi dan gempabumi kapan saja bisa mengguncang bumi pertiwi. Banjir, kekeringan, suhu panas ekstrem, curah hujan tinggi, angin kencang, puting beliung, kabut asap, gempa bumi, dan tsunami adalah wajah-wajah bencana alam yang semakin akrab di kehidupan. Berangkat dari kebutuhan dan keresahan inilah, informasi cuaca, iklim, dan gempabumi diharapkan bisa memberikan wawasan bagi masyarakat, membentuk mental tanggap bencana, dan memperkecil dampak negatif akibat bencana tersebut. Karena dengan memahami alam, masyarakat dapat menjadi sahabat yang selalu siap menghadapi “amarah” alam. Karena sejatinya, bencana itu datang sebagai sebuah “peringatan” atas ketidakpedulian kita terhadap alam.

Akan tetapi, belakangan ini telah beredar beberapa informasi cuaca, iklim, dan gempabumi yang palsu alias tidak bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan analisis ilmiah. Entah dari siapa pihak yang tidak jelas menyebarkannya sampai-sampai ada yang mengatasnamakan BMKG sebagai sumber referensinya. Masih ingatkah kita dengan ajakan “memancing” hujan dengan baskom berisi air garam untuk mengatasi kabut asap di sebagian Sumatera dan Kalimantan yang mengatasnamakan BMKG? yang terbukti bahwa informasi tersebut hoax dan bukan berasal dari BMKG. Atau masih ingatkah dengan isu suhu panas mencapa 40 derajat Celcius ketika fenomena equinox tanggal 21 Maret lalu? yang telah diklarifikasi BMKG bahwa tidak sampai sekian dampaknya. Atau masih ingatkah dengan isu gempa 8,8 SR di Sumatera Barat yang via sms palsu? yang lagi-lagi telah diklarifikasi oleh BMKG atas ketidakbenaran informasi tersebut. Dan masih banyak sederet informasi cuaca, iklim, dan gempabumi palsu yang sempat menimbulkan kekhawatiran dan keresahan masyarakat kita. Hal ini mengganggu stabilitas sosial dan merugikan pihak yang dirasa bertanggungjawab.

Hati-hati dengan informasi

Namun, kita patut berhati-hati apabila ternyata informasi cuaca, iklim, maupun gempabumi yang kita terima atau bahkan ikut kita sebarluaskan tersebut bukan bersumber dari BMKG. Kemungkinan besar informasi tersebut adalah informasi palsu, yang dibuat-buat oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, dan tidak berdasarkan analisis ilmiah. Bagi penyebar informasi palsu, ada sanksi yang menanti. Dalam Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 1 disebutkan bahwa “setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.” Ancaman yang menanti yaitu pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal satu miliar rupiah. Maka dari itulah, penting untuk memastikan kebenaran dan sumber informasi sebelum akhirnya informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Informasi cuaca, iklim, dan gempabumi khususnya yang ditujukan kepada publik atau masyarakat awam sudah selayaknya hanya bersumber dari badan resmi yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari mana lagi kalau bukan BMKG. Hanya dari lembaga inilah masyarakat patut mempercayai informasi cuaca, iklim, dan gempabumi yang tersebar luas di sekitarnya. BMKG telah mengembangkan rantai informasi yang bisa dimanfaatkan oleh publik.

Diantaranya adalah laman resmi di internet yaitu http://www.bmkg.go.id yang berisi informasi cuaca, iklim, maupun gempabumi yang terangkum dalam lingkup nasional dan dapat diakses hingga tingkat kabupaten. BMKG juga memiliki beberapa akun media sosial seperti facebook yaitu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan twitter dengan akun @infoBMKG. Semua itu dikelola oleh BMKG Pusat, yang memberikan informasi update seputar cuaca, iklim, dan gempabumi. Selain itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan akun media sosial dari beberapa stasiun BMKG yang tersebar di daerah. Tentunya akan memberikan informasi yang lebih mendetail pada daerah tersebut. Atau jika ingin mendapatkan informasi yang lebih realtime dan lebih terjamin kebenarannya, masyarakat dapat langsung datang ke stasiun BMKG terdekat.

Mari kita menjadi bangsa Indonesia yang siap siaga bencana dan bijaksana terhadap alam dengan memanfaatkan informasi cuaca, iklim, dan gempabumi dengan sebaik-baiknya. Jadilah masyarakat yang cerdas dalam memilah informasi. Tidak takut untuk melapor bila ada informasi palsu untuk memastikan kebenarannya, tidak perlu resah dan gelisah, dan percayalah hanya kepada BMKG.***

 

Oleh Prayoga Ismail

Penulis adalah mahasiswa program studi meteorologi STMKG dan observer cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stamet Biak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s