ANCAMAN PUTING BELIUNG DI JATENG


Telah dimuat di Koran SUARA MERDEKA, 4 April 2015

suaramerdeka1a

Ancaman Puting Beliung di Jateng

Oleh Prayoga Ismail

“Ancaman puting beliung di wilayah Jawa Tengah diperkirakan berlangsung hingga akhir April 2015″

Kondisi stabilitas atmosfer di Indonesia tengah memasuki masa labil. Puncak musim penghujan memang sudah berlalu, yakni pada Januari dan Februari 2015. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai  puting beliung, bencana alam yang tak kalah ekstrem pada masa transisi antara musim penghujan dan musim kemarau 2015.

Data BNPB menyebutkan sepanjang Maret 2015 terjadi puluhan kasus puting beliung. Awal Maret, menerjang Sei Limbat, Sumatera Utara dan merusakkan 13 rumah warga. Namun, sebagian besar terjadi di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Wonogiri, Magelang, Cilacap, Pekalongan, Temanggung, dan Pati dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Kejadian teranyar pada Senin (30/3) sore sekitar pukul 15.00, puting beliung menyapu atap puluhan rumah di Dusun Tegalsari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, dan Dusun Carikan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Selain itu merobohkan puluhan pohon.

Puting beliung adalah angin kencang bertekanan tinggi yang berputar dengan kecepatan 60 – 90 kilometer per jam, bergerak melingkar dengan ’’belalai’’ hingga menyentuh permukaan bumi.

Radius sekitar 5 km dengan periode hingga 10 menit menjadikannya sebagai bencana lokal yang berlangsung singkat sehingga peluang terjadinya sulit diprediksi.

Diperkirakan ancaman puting beliung di Jateng masih ada hingga April 2015. Persoalannya hingga kini belum ada sistem pemantauan cuaca yang bisa memprediksi puting beliung. Pasalnya, sifat tornado berskala kecil tersebut sangat lokal, mencakup wilayah sempit dan berlangsung dalam waktu singkat.

Pada pekan pertama bulan Maret, BMKG memberi peringatan dini terkait adanya arus konvergensi di sepanjang Jawa dan Sumatera bagian selatan. Jawa Tengah termasuk dalam areal belokan angin. Angin dari arah utara dan selatan melambat di areal konvergensi yang berdampak awan kumulonimbus pemicu puting beliung mudah terbentuk.

Sebagai antisipasi, masyarakat bisa mewaspadai risiko puting beliung melalui tanda-tanda alam. Pertama; perbedaan suhu mencolok. Satu hari sebelum kejadian, suhu udara akan memanas dan pengap pada siang hari. Namun keesokan paginya suhu udara menurun drastis dengan amplitudo lebih dari 5 derajat Celcius dibandingkan suhu siang hari sebelumnya.

Kedua; di langit tampak pertumbuhan awan kumulus, yakni awan putih bergerombol dan berlapis-lapis pada pagi hari. Siang hingga sore hari, awan tersebut berubah warna menjadi gelap dengan tinggi dasar awan merendah dan tinggi puncak awan menjulang, inilah pertanda terbentuknya awan kumulonimbus.

Ketiga; ranting pohon dan dedaunan bergoyang cepat karena tertiup angin yang terasa sangat dingin. Ini dapat berupa arus udara yang turun mendadak dari awan kumulonimbus. Bisa juga disertai gerimis dan hujan deras tiba-tiba maupun badai petir. Apabila semua gejala tersebut terjadi, ada peluang terjadinya angin puting beliung di kawasan tersebut.

Tindakan Preventif

Masyarakat bisa melakukan tindakan preventif dengan memanfaatkan informasi terkini prakiraan cuaca untuk daerah setempat yang dirilis oleh BMKG melalui berbagai media seperti televisi, radio, ataupun internet. Namun perlu menyiapkan beberapa langkah mitigasi seandainya di daerah itu termasuk kawasan yang rawan terjadi puting beliung.

Langkah itu antara lain memperkuat struktur bangunan, memperkokoh atap rumah, menebang pohon tua dan besar yang rawan tumbang, dan memperkuat tiang-tiang penyangga listrik.

Yang terpenting ketika terjadi puting beliung, segeralah menjauh dari areal jangkauan. Bila tak memungkinkan, berlindunglah di tempat yang aman. (10)

Prayoga Ismail, warga Juwana Pati, pengamat meteorologi dan geofisika di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Frans Kaisiepo Biak Papua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s