” KEDUA “


Kedua

” Prayoga Ismail “

Desir angin menggoyah reranting tua

Lirih senja terderap mega-mega jingga

Denting sanubari teriris sayat pisau

Rinai kalbu tersuluh kabut-kabut mimpi

Kala kupandang serumpun bintang

Di langit ia bertahta

Saat pertama ia mencoba

Mengepakkan alur-alur jiwa

Tuk terbang setinggi asa

Ia jatuh tak berdaya

Sampai waktu datang memanggilnya

Ia mencoba kedua kalinya

Dengan segenap rasa percaya

Pada kedua bilah sayapnya

Ia terbang . . . . . .

Memeras peluh yang melengking berjatuhan

Melampaui asa dan mimpinya

Tak pernah terbayang

Hinggap kedua kalinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s