” LABUH “


Labuh

” Prayoga Ismail “

Labuh, jemari mentari melebur lepuh

Membias pendar di langit-langit runtuh

Sewaktu senja menggulung ombak berpeluh

Tebing-tebing dan karang menjerit sepenuh

Mengelak hari yang berkerut keluh

Andai kan ia tak lagi terbit melabuh

Langit pun kan tunduk bersimpuh

Persembahkan sujud berpuluh-puluh

Bila ia berhenti labuh

Masa itu kan berakhir luruh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s