” PENYAIR MUDA “


Penyair Muda

” Prayoga Ismail “

Empat bulan lalu, hari-hariku membeku

Beku di atas ranjam kesayanganku

Lalu anganku mulai berjibaku

Lirihku mulai kehilangan rindu

Sajak-sajak terasa hampa

Puisi-puisi kehabisan makna

Lautan kata haus akan cerita

Seketika kuberanikan mengurung rasa

Di dalam penjara buku-buku tua

Ku abaikan pecinta sastra

Namun, atas nama sebuah lentera

Yang memberiku secercah cahaya

Kuberanikan ketakutanku

Tuk melangkah menghapus jemu

Lewat bunga usiaku yang memekar

Kusemaikan benih-benih lintang

Menyeruak wewangi penyair lama

Menumbuhkan keinginan yang takkan lekang

Lekang di alam mimpi

Kala jemariku menari-nari

Mengikuti irama sastra dan nurani

Dan terbentuklah alinea hati

Alinea yang buatku terlena

Lena dan luka ku bawa lari

Lari dan terperosok di tubuh jerami

Jerami yang menguburkan frasa

Di alam baka, di surga sana

Kuberanikan lagi ketakutanku

Terbang menyamai elang

Ku kirimkan barang karyaku

Kepada penerbit dan koran

Jenjang waktu telah meraihku

Betapa bangganya diriku

Saat kudengar kata-kata itu

“Selamat karyamu terpublikasi”

Andai saja segala itu nyata

Pun gelar penyair muda

Hatiku yang kering kerontang

Berevolusi tentang berbintang-bintang

Atas nama penyair muda

Yang kuharap berapa lamanya

Kunantikan jawaban sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s