” NASIB TUKANG BECAK “


Tukang Becak

” Prayoga Ismail “

Kala panas merajam tanpa sekat

Saat tembok kejujuran meretak

Bersama angin yang menempa lajunya

Di bibir zaman globalisasi

Ada satu yang masih kokoh meradang

Menerjang hidup sehari-hari

Dalam setiap kayuhan penuh mimpi

Di pinggir jalan raya

Di sisir pasar raya

Mereka berebut laju

Siapa tahu, jasa mereka makin laku

Ketika petang datang membayang

Anak istri mengais sekantung uang

Biar doa membuang lapar

Biar kentang mengganjal kerongkongan

Kala subuh datang menantang

Embun fajar tak rela ia tinggalkan

Entah sejak kapan

Ia menanggung beban ini

Kayuhan yang makin berat

Hidup yang makin sarat

Entah seberapa banyak

Peluh yang menetes setiap dentang

Lembaran rupiah sekedar menawar lelah

Menghisap debu yang melekat

Menerobos lembah usia menua

Entah kapan nasib berubah

Akankah ajal kan memberontak

Sebelum mereka menggapai pelangi surga

Terbang bersama layang-layang naga

Yang mereka buat

Untuk menambah laju hidupnya

Tukang becak

Tabahlah, kuatlah

Karena Tuhan tak pernah membeda

Setiap umat yang mempercayainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s