” HIDUP KEDUA “


Hidup Kedua

” Prayoga Ismail “

Jemari memengkih, tubuh kaku terperusuk mori putih

Aroma wewangi melati kamboja terhidu dengan pupuh

Orang-orang datang berkerudung hitam, berpeci hitam

Mereka menunduk dan duduk melingkar

Bersama lantunan surat yasin membaur duka melantar

Kala itu, mentari telah memancang

Angin telah menyampaikan tanda

Malaikat pencabut nyawa datang tiba-tiba

Seketika tubuh yang sedari merunta, terhenti nafasnya

Lalu apa yang terjadi ?

Ia mati, menanggalkan hari yang sarat baginya

Akan tetapi, sesuatu menghidupkannya kembali

Nyawanya menyambangi lagi, mencari sepilin laki

Lalu, tibalah laki yang ia nanti

Ternyata laki itu banyak berubah, dari wajah hingga desah

Laki itu berbisik padanya, “Mbah, aku minta maaf. Begitu juga kesalahanmu, sedari dulu sudah kumaafkan. Sekarang, pergilah dengan tenang. Aku akan selalu mengingatmu, Mbah. Karena kau telah merawatku sedari ku lahir dari rahim ibuku.”

Air matanya berlinang, membelah kerut pipinya

Kala tepat terdengar adzan dzuhur mengudara, ia benar berpulang

Menuju surga berkat doa lakinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s